Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2016

Ramlan : Pengalaman Obati Sakit, Lahirkan Ide Usaha



PARIAMAN - Motivasi untuk sehat dan sering membaca pengetahuan tentang cara penyembuhan penyakit tersebut, bisa melahirkan ide untuk membuka usaha. Hal ini yang dialami Ramlan (31), warga Batang Kabung, Pariaman Timur, Kota Pariaman.

Produsen Sari Jahe, Ramlan saat melakukan konsultasi usaha dengan sekretaris Diskopperindag Kota Pariaman, Syaiful Azman, dan melihat hasil desain kotak kemasan Sari Jahe Pandeka

LKKS Provinsi Sumbar Salurkan Bantuan Modal Terhadap 25 Warga Miskin di Kota Pariaman



PARIAMAN - Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Keluarga (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, Nevi Irwan Prayitno, beserta Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman dan Ketua LKKS kota Pariaman Ny. Reni Mukhlis menyerahkan bantuan modal pengembangan usaha bagi keluarga miskin (Mustahik) di Kota Pariaman. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (5/10) sore.

Sulaman Kapalo Samek Nareh (Repost : 21 Mei 2016)



Kota Pariaman memiliki daerah sentra bordir dan sulaman, yang lebih di kenal dengan nama sulaman nareh. Industri rumah tangga tersebut tersebar di desa Manggung, Balai Naras, Naras 1, Naras Hilir, dan Padang Birik Birik. Dengan produk sulaman mato samek (mata peniti) dan sulaman benang emas.
Leni, pengrajin sulaman sedang mengerjakan sulaman mato samek

Sulaman Indah Mayang Nareh (repost : 17 Mei 2016)



Berprofesi sebagai guru dan pernah menjadi pengrajin sulaman, Fitrinawati, S.Pd (48), bercita-cita untuk meningkatkan penghasilan dan sumber daya manusia (SDM) pengrajin sulaman di sekitar rumahnya. Penghasilan meningkat dengan berproduksi sulaman secara terus menerus. Peningkatan SDM dalam bidang kualitas sulaman, mampu mengenali sejarah dan jenis sulaman, dan kemampuan melakukan promosi dalam pemasaran.

Mukena Bordir (Damar Bordir) (repost : 10 Mei 2016)



Membuka usaha berjualan mukena bordir sudah digeluti Eef Dewi sejak tahun 2004. Selain memproduksi sendiri, Dewi juga membawa hasil produksi beberapa temannya dan menjual langsung di Pasar Grosir Aur Kuning Bukittinggi dengan memanfaatkan lorong pertokoan.

Kerja kerasnya mendatangkan hasil, dengan banyaknya mendapat pesanan dari salah satu pedagang asal Malaysia. Namun, gempa tahun 2007 membuat usahanya sempat berhenti berproduksi. Ketika usaha produksi mukena bordir mulai berkembang lagi, Dewi kembali mendapatkan ujian saat gempa terjadi tahun 2009. Kerja sama dengan pedagang dari Malaysia dihentikan karena tidak ada produk yang selesai dibuat.

Dari Pemulung, Jadi Pengumpul (Repost : 27 April 2016)


PADANG -  Perpisahan orang tua dan kebutuhan untuk bertahan hidup, membuat Heri Afrianto (32) memutuskan merantau seorang diri ke Padang sejak usia 12 tahun pada 1996. Tinggal bersama seorang sanak famili di Purus Padang, Heri kecil melakoni keseharian menjadi nelayan dan penjual ikan.

Tinggalkan Profesi Guru, Buka Usaha Servis Kulkas dan AC (Repost : 27 April 2016)



PADANG - Menggeluti suatu profesi atau pekerjaan tidak hanya selalu diukur dengan materi atau uang, tetapi bisa juga dengan kepuasan batin yang dirasakan oleh si pekerja. Hal inilah yang menjadi prinsip Drs. M. Aidil (51), biasa dipanggil Pak Dil, dalam menggeluti usaha servis kulkas dan penjualan kulkas bekas sejak tahun 1999.

Talago Sariak: Bentuk Pemuda Produktif Melalui Perkebunan Pemuda ( Repost 7 April 2016 )



PARIAMAN - Memanfaatkan lahan mati dan lahan tidur menjadi lahan yang produktif termasuk salah satu program yang telah diputuskan dalam Musyawarah Rancangan Pembanguan (Musrenbang) Desa Talago Sariak Kota Pariaman tahun 2016.  Lahan mati yang mempunyai sumber mata air dengan kontur berbukit dimanfaatkan menjadi objek wisata pemandian, arena perkemahan, dan permainan alam. Sedangkan lahan tidur yang tersebar di Desa Talago Sariak dijadikan perkebunan pemuda.

LPK Mode Vak Karyawati : Sejak Tahun 1970, Lahirkan Ribuan Penjahit Handal ( Repost 7 Maret 2016 )

 PARIAMAN – Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Mode Vak Karyawati telah melahirkan ribuan penjahit perempuan yang tersebar di Indonesia. Didirikan sejak tahun 1970 oleh Syahnidar Yusuf, LPK Mode Vak Karyawati sampai saat ini masih tetap bertahan dan konsisten melahirkan penjahit-penjahit handal di Kota Pariaman.

Mahasiswa UNP, Bina Usaha Jamur Tiram Di Koto Panjang Ikur Koto, Padang (Repost 17 Maret 2016 )



PADANG - Rajin mencari informasi tentang wirausaha mengantarkan Hangga Permana (25) mendapatkan dana hibah Program Bina Desa yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2015. Sebanyak 15 orang warga RW 5 Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, RW 5, Koto Tangah, Padang, menjadi kelompok sasaran Pogram Bina Desa dengan usaha budidaya jamur tiram.

Bato Servis, Binaan Kemenpora RI (Repost : 13 Maret 2016)



PARIAMAN - Sungguh-sungguh dalam bekerja, menjaga kepercayaan orang lain, dan tidak pelit membagi ilmu akan mendatang rejeki yang banyak dan tidak terduga dalam mengembangkan usaha. Hal tersebut dialami Masrizal (32) ketika membuka usaha bengkel servis motor di Jalan Wolter Monginsidi, Bypass Bato, Kota Pariaman tahun 2010.

Masrizal, pemilik bengkel motor Bato Servis, yang merupakan Mitra Binaan Kemenpora RI

Sabtu, 01 Oktober 2016

Awas, Gantungan Kunci Bentuk Alquran Beredar di Pariaman




PARIAMAN - Warga Kota Pariaman dikejutkan dengan informasi yang disampaikan Buya Zulkifli Zakaria melalui media sosial Facebook tentang telah beredarnya mainan gantung kunci berbentuk Alquran mini. Informasi tersebut dimasukkan Buya pada Senin (19/9) pukul 20.05 WIB.

Alquran kecil berbentuk gantungan kunci dan isinya seperti Alquran biasa yang telah disita oleh Polres Pariaman
Buya Zulkifli menyampaikan menceritakan pada saat sesi tanya jawab  ketika mengajar anak Panti Asuhan Aisyiyah Taratak Kota Pariaman, seorang anak panti putri menyatakan barusan membeli Alquran kecil dalam bentuk gantungan kunci. Begitu dilihat, saya terkejut luar biasa. Isinya ayat-ayat, ada nama suratnya, susunan asal-asalan, dan tanpa ada lembaga yang mengeluarkan.

Kopperindag Kota Pariaman Buka Pendaftaran Diklat Bagi Warga Kota Pariaman



PARIAMAN - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kopperindag) Kota Pariaman membuka pendaftaran bagi warga Kota Pariaman yang berusia maksimal 30 tahun untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) dibidang rajut, sulaman, dan menjahit. Pendaftaran tersebut paling lambat tanggal 30 September 2016.

Demikian disampaikan Febri Nasmawati, ST, MM, Kasi Pembina Pengembangan Industri Non Agro dan Aneka, Bidang Perindustrian Kopperindag Kota Pariaman saat Buyuang temui di ruang kerjanya, Selasa (20/9).